Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mualaf. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Scott Lynch, Anak Pendeta yang Menemukan Cahaya Islam


REPUBLIKA.CO.ID, Lebih dari dua dekade Scott Lynch mencari kebenaran hakiki. Pada akhir pencariannya ia menemukan Islam. Komunikasi intensif dengan sang Pencipta  melalui kewajiban shalat lima waktu menjadi pertimbangan Lynch.
Selama dua dekade, Lynch hanya memahami Muslim memiliki karakteristik berperawakan gelap, rambut hitam, berjenggot, menetap di Timur Tengah dan Asia. Seorang Muslim hanya mengenakan pakaian sederhana dan serba tertutup.

"Saya merasa cukup aneh ketika terbiasa dengan penampilan warga AS yang berambut pirang, bermata biru, beragama Kristen. Namun, umat Islam begitu beragam," kata dia seperti dikutipOnislam.net, Jumat (28/6).

Selasa, 11 Juni 2013

Ann Spaulding: Allah Selalu Bersamaku


REPUBLIKA.CO.ID, Ann Spaulding lahir dan besar di Virginia Barat, AS. Ia dan keluarganya penganut Kristen. Sementara ayahnya seorang Yahudi. Sebagai penganut Kristen, Ann sangat aktif ke geraja. "Aku dibesarkan dalam tradisi Kristen yang kuat, sehingga aku tidak pernah mengenal Islam dan Muslim," kenangnya seperti dikutip Onislam.net, Senin (10/6).

Semasa remaja, Anna gemar bermain flute. Kemampuan itu tidak terlepas dari bakat musik yang diturunkan keluarganya. Selain bakat, hubungan antar anggota keluarganya yang tidak harmonis, terutama pada ayah dan ibunya, mendorongnya mencari pelampiasan melalui flute. "Aku tidak tahu bagaimana hidup tanpa cinta. Aku coba mencari cinta itu dengan flute," kenang Ann.

Pada usia 18 tahun, Ann bergabung dengan angkatan laut AS. Meski menjalani dinas kemiliteran, Ann tetap bermain flute. Ketergantungannya pada flute kian menjadi ketika ia gagal membina rumah tangga. Hanya flute pelipur lara baginya.

Selesai dinas kemiliteran, Ann kembali aktif di gereja. Di sana, ia menjadi pribadi yang berbeda. Ia mulai mengenakan pakaian serba tertutup. Selama itu, ia mulai bertanya-tanya soal Tuhan. Setiap pertanyaan yang diajukan kepada pastornya, ia tidak mendapatkan jawaban memuaskan.

Merasa butuh jawaban itu, Ann coba mencarinya lewat ilmu pengetahuan. Selama masa pencarian itu, ia bertemu dengan seorang Muslimah. Perempuan Muslim itu memberikannya literatur tentang Islam. Ann pun mulai dekat dengannya. "Jujur, ada rasa kagum. Aku merasa dia seorang yang jujur, ia tidak hanya mengatakan dirinya Muslim, namun ia praktekkan ajaran Islam dengan baik," kata dia.

Melalui literatur yang diberikan perempuan Muslimah itu, Ann mempelajari Islam lebih dalam. Pada akhirnya, Ann merasa Islam merupakan jawaban yang ia cari. Ann pun tak ragu mengucapkan dua kalimat syahadat. Alhamdulillah.

Usai mengucapkan syahadat, Ann mulai mencoba untuk mempraktekkan apa yang diyakininya. Ia mulai mengenakan hijab, meski butuh pertimbangan panjang. Ia percaya, niat mengenakan jilbab harus dari hati.

Selanjutnya, Ann mulai menyadari bahwa belum semua masyarakat AS menerima Islam dan Muslim. Berulang kali ia mendapat serangan Islamofobia. Namun, ia tabah menjalani hal itu. Ia pun mulai mempromosikan Islam. Seorang anak laki-laki yang dahulu sempat menyerangnya akhirnya memutuskan jadi Muslim.

"Aku percaya, Allah bersamaku. Seberapapun serangan Islamofobia yang menimpaku tidak akan membuatku sedih, aku justru bahagia," kata dia.

Memasuki tahun kedua dan ketiga, Ann mulai aktif dalam kegiatan di masjid. Ia mulai merasa nyaman berada di masjid. "Aku seorang mualaf, tentu belumlah menjadi Muslim yang kaffah. Tapi aku merasa tidak terbebani diri, karena Allah tidak akan meninggalkanku untuk menjadi Muslim sempurna, Insya Allah," katanya.

Geliat Mualaf di Kota Leeds Inggris


REPUBLIKA.CO.ID, Di Kota Leeds, Inggris, para mualaf tak pernah merasa te kucil dan terasing. Mereka memiliki naungan organisasi yang selalu menjaga. Di sanalah mereka berkumpul, menempa ilmu agama dan me miliki keluarga baru. Leeds New Muslimin (LNM), demikian nama organisasi yang menaungi mereka.

Banyak aktivitas yang dihelat LNM khusus untuk para mualaf di kota terbesar ketiga Inggris itu. Tujuan organisasi tersebut memang memberikan bantuan dan dukungan kepada para Muslimin yang baru bersyahadat. Tak hanya memberikan informasi serta Alquran dan buku keislaman secara gratis, mereka juga membantu siapa saja warga yang ingin bersyahadat.

Setelah berislam, para mualaf pun tak perlu khawatir ataupun bingung. LNM mengadakan banyak kegiatan bimbingan un tuk mereka, seperti pelatihan shalat, puasa, dan ibadah lain. Tak hanya itu, terdapat pula per temuan para mualaf yang bersifat kekeluargaan dan re freshing, seperti jalan-jalan, per te muan social, hingga pesta barbeque.
“Leeds New Muslimin (LNM) merupakan kelompok pendukung para mualaf ataupun yang berkepentingan tentang Islam. Kami membantu mualaf dalam berbagai bidang,” ujar web resmi LNM.

Kegiatan yang baru-baru ini dihelat LNM, yakni kajian tiga aspek fundamental Islam (Is lam, iman, ihsan). Mereka meng undang ulama dari Spanyol, Syaikh Ali Laraki, untuk membimbing para mualaf memahami tonggak agama itu. Acara ini menjadi bagian studi yang didapatkan mualaf di kota yang berlokasi di Yorkshire Barat, Inggris, tersebut.

Inggris memang mengalami peningkatan jumlah mualaf yang signifikan. Selama satu dekade terakhir, terdapat peningkatan jumlah Muslimin hingga 80 persen. Pada 2001, Muslimin Inggris hanya berjumlah 1,5 juta. Pada 2011 jumlahnya meningkat menjadi 2,7 juta jiwa. Saat ini, satu dari 20 orang di Inggris menganut agama Islam.