Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Mozaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mozaik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Oktober 2013

Khazanah Trans7

HATI-HATI DENGAN MARAH

Jika kita MARAH selama 5 menit saja, maka sistem imunitas (kekebalan) tubuh kita akan depresi selama 6 jam

Dan jika kita DENDAM, menyimpan kepahitan, maka imunitas tubuh kita akan mudah mati. Lalu dari situlah bermula segala awal penyakit, STRESS, kolesterol tinggi, Jantung, Rheumatik, arthritis, Sroke / pendarahan / penyumbatan pembuluh darah

Kemudian jika kita sering membiarkan pikiran kita STRESS, maka kita pun akan sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN

Perasaan KHAWATIR berlebihan pun bisa mengakibatkan kita NYERI PUNGGUNG

Jika mudah TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakin INSOMNIA (susah tidur)

Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka besar kemungkinan mudah terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH

Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena sakit ginjal

Jika suka suudzon, NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)

Jika mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentang terhadap penyakit HEPATITIS.

Jika kita sering APATIS (tidak pernah perduli) terhadap lingkungan, maka kita berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH

Jika sering TERLALU MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES

Jika kita sering KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang)

Jika sering bersedih dan merasa terlalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit Leukimia (Kanker Darah Putih)

Mari kita bersyukur atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka hati ini menjadi GEMBIRA dan menimbulkan energi POSITIF dalam tubuh kita untuk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas

QS.3 Ali 'Imran:119 ,,,Katakanlah: "Matilah kamu karena kemarahanmu itu"...

Orang marah cepat tua

Sampaikanlah kepada orang lain, maka ini akan menjadi Shadaqah Jariyah pada setiap orang yang Anda kirimkan pesan ini. Dan apabila kemudian dia mengamalkannya,maka kamu juga akan ikut mendapat pahalanya sampai hari kiamat...

Ada 2 pilihan untuk Anda:

1. Biarkan di dalam BBM, catatan atau pikiran Anda tanpa bermanfaat untuk orang lain.

2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.

Selasa, 11 Juni 2013

Kisah Jin yang Bersyahadat dan Memeluk Islam


REPUBLIKA.CO.ID,  Alkisah, serombongan jin tengah melakukan perjalanan menuju Tihamah, sebuah kawasan di garis pantai Laut Merah, Arab Saudi. Mereka berangkat dari rumah-rumah mereka di Nasibain, sebuah wilayah yang terkenal sebagai tempat tinggal para jin.

Lokasinya di sekitar perbatasan antara Irak dan Suriah. Di antara rombongan tersebut, terdapat jin yang berperan sebagai penasihat. Jika di dunia manusia, maka ia berperan layaknya ulama atau da'i.

Entah apa tujuan perjalanan mereka. Ada yang bilang, mereka sekadar melakukan safar. Sebagian lain mengatakan, mereka terbiasa melakukan perjalanan seperti halnya manusia. Yang lain bilang, mereka mencari tahu siapa yang telah menutup rahasia langit. Mengingat pasca diutusnya Rasulullah, rahasia langit dijaga malaikat dari curi dengar para jin. Apapun tujuan mereka, perjalanan tersebut menjadi sejarah besar bagi kaum jin.

Jumlah mereka pun tak jelas angkanya. Dikisahkan ada sembilan jin. Lain kisah mengatakan hanya tujuh jin dalam rombongan tersebut. Terlepas dari jumlah tersebut, ada satu jin yang merupakan sang ulama atau juru dakwah di kalangan kaumnya. Ada satu jin pula yang bernama Zauba'ah. Mungkin ia lah sang ulama jin tersebut.

Di tengah perjalanan, tepatnya di kawasan Nakhla Saudi, mereka para jin tiba-tiba mendengar sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. "Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?" Sebuah ayat Quran yang dibacakan dari Surah Ar Rahman menarik perhatian mereka. Mendengarnya, merindinglah tubuh-tubuh mereka. Serta-merta mereka mendekati sumber suara.

Ternyata seorang yang mulia tengah menjadi imam shalat yang dimakmumi sekumpulan manusia. Ialah Rasulullah. Saat itu Rasulullah dan para sahabat beliau tengah menunaikan shalat shubuh. Rasulullah membaca surah Ar Rahman saat memimpin jamah shalat. Para jin tersebut pun kemudian ikut bergabung dan duduk di belakang manusia. Mereka ingin mendengarkan ayat-ayat yang dilantunkan sang nabiyullah.

"Diamlah, perhatikan bacaannya," sang ulama jin meminta rombongan diam untuk mendengar bacaan Rasulullah. Rombongan jin yang tadinya berbisik-bisik ribut itu pun kemudian hening menghayati ayat Quran.

Lenyapnya Pusat Peradaban Arab Kuno dan Islam


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

Kawasan Suriah telah eksis sejak era sebelum Masehi.

Suriah selalu memiliki pesona dari waktu ke waktu. Banyak peradaban yang tumbuh di negeri tersebut sejak masa Arab Kuno Tadmur hingga peradaban Islam dengan menjadi ibu kota kekhalifahan Umayyah. Tapi, "The Craddle of Civilization" tampaknya tak layak lagi di sandang Suriah. Perang saudara sejak awal 2011 lalu membuat negeri peradaban ini luluh lantak.

"If paradise be on earth, it is without a doubt, Damascus, but if it be in heaven, Damascus is its counterpart on earth," demikian ucapan seorang musafir Muslim Ibn Jubair menggambarkan betapa indahnya Damaskus, ibu kota Suriah. Surga tentu identik dengan keindahan. Sementara, Ibn Jubair memilih Damaskus sebagai kota surga dunia karena begitu eloknya kawasan tersebut.

Betapa banyak peradaban yang pernah tertoreh di kawasan tersebut. Damaskus hanyalah sebagian kawasan Suriah yang paling mencolok keindahannya. Tapi, secara umum Suriah memang memiliki banyak peninggalan peradaban yang mempercantik negeri yang dahulu bernama Syam. Beragam peradaban pernah menapakkan jejak di sana, dari peradaban Arab kuno, Romawi, Persia, hingga peradaban Islam.

Kawasan Suriah telah eksis sejak era sebelum Masehi. Kala itu, negeri ini bukanlah pusat munculnya peradaban dunia. Suriah hanyalah kawasan padang pasir yang hanya dilalui beberapa sungai. Sementara, peradaban manusia biasanya muncul di kawasan subur yang dialiri sungai besar. Tapi, lokasi Suriah yang strategis membuatnya tak bisa luput dari catatan sejarah kuno. Pada masa awal perkembangan peradaban bangsa, kita mengenal Mesopotamia di Irak dengan sungai Tigris dan Eufrat, serta peradaban Firaun di Mesir dengan Sungai Nil.

                                                                 ****

Dua peradaban besar dunia ini berlokasi di kanan kiri Suriah. Alhasil, kawasan Suriah menjadi jalan penghubung dua peradaban kuno tersebut. Maka, kawasan padang pasir itu pun serta merta menjadi pusat perdagangan internasional. Para pedagang dari Mesopotamia ke Mesir dan sebaliknya selalu melewati kawasan Suriah. Jadilah, Suriah bersama Mesopotamia dan Mesir disebut sebagai kawasan "timur dekat kuno" atau kawasan "bulan sabit subur" yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya kawasan Timur Tengah yang sekarang.

Tadmur
Sejak abad kesepuluh sebelum Masehi, terdapat sebuah kota di kawasan Suriah yang terkenal dalam sejarah Arab Kuno, yakni Kota Tadmur. Kota ini pun disebut dalam Taurat karena Nabi Sulaiman pernah membangunnya menjadi kota perniagaan yang amat maju. Menurut Prof Dr Mukhtar Yahya dalam bukunya Perpindahan-Perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah Sebelum Lahir Agama Isla, Kota Tadmur menjadi pusat perniagaan yang amat penting karena lokasinya yang sangat strategis.

Inilah tempat pertemuan perdagangan dari Timur ke Barat dan dari Selatan ke Utara. Posisi sebagai pusat perdagangan ini terus diemban Tadmur ketika dua kekuasaan besar berkuasa, yakni Romawi dan Persia. "Ahli sejarah menjuluki kota ini dengan sebutan mutiara padang pasir. Rasanya, tidaklah jauh dari kebenaran bila mereka memberi nama julukan demikian," ujar Mukhtar Yahya.

Adapun lokasi Tadmur, menurut Yahya, berada di Gurun Pasir Suriah, sekitar 200 kilometer sebelah Timur Damaskus. Saat era kerajaan Bani Israil, kota ini menjadi benteng pertahanan mereka untuk melindungi dari serangan bangsa nomad. Adapun bangsa Barat menamai Kota Tadmur ini dengan julukan Palmyra yang dalam bahasa Yunani berarti kota pohon palem. Reruntuhan kota tersebut masih dapat disaksikan hingga kini bahkan menjadi kawasan kuno yang dilindungi badan PBB untuk urusan pendidikan dan kebudayaan atau UNESCO.

                                                              ****

Pasca-Tadmur, pada abad keempat sebelum Masehi, sempat muncul bangsa Nabath atau Nabatia yang mengambil alih fungsi kota perdagangan dari Kota Tadmur yang telah hancur. Bangsa ini menetap di bagian selatan Suriah dan membangun kerajaan Arab Kuno yang besar. Wilayah kekuasaannya tak hanya di Suriah, tapi mencapai kawasan Hijaz Utara, termasuk Gaza Palestina dan Yordania. Merekalah yang membangun Kota Petra di Yordania yang peninggalannya sangat terkenal hingga kini.

Namun, baik Tadmur maupun Nabath, tak kuasa menghadapi Romawi. Kawasan Suriah pun berada di bawah kekuasaan Romawi hingga pembukaan Islam di masa kekhalifahan Abu Bakr Ash-Shiddiq.

Pada masa kedatangan Islam, Suriah yang saat itu disebut sebagai Negeri Syam masih terkenal sebagai kawasan perdagangan. Nama Syam mengacu pada salah satu nama putra Nuh yang selamat dari musibah banjir besar, Sam. Dari Sam, lahir Bangsa Semit yang melahirkan agama Ibrahimiyyah, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Syam kala itu tak hanya Suriah, tapi juga Palestina, Lebanon, dan Yordania. Adapun Rasulullah beberapa kali berkunjung ke Suriah, bahkan sebelum diangkat Allah sebagai seorang Rasul. Dia berkunjung ke sana untuk melakukan perdagangan.
                                                                ****

Suriah merupakan negeri pertama yang dibuka kaum Muslimin. Ini terjadi sekitar 630 Masehi saat kekhalifahan Abu Bakr Ash-Shiddiq. Di bawah panji pemimpin Khalid bin Walid, pasukan Muslimin mengalahkan Romawi Timur atau Byzantium. Suriah pun menjadi negeri Muslim. Islamnya Suriah membawa banyak keuntungan bagi perkembangan Islam. Menurut Phillip K Hitti dalam History of the Arabs, dakwah Islam semakin meluas setelah pembukaan Suriah. Pembukaan yang cepat dan mudah pada wilayah yang strategis tersebut telah menaikkan citra Islam di mata dunia.

Dari Suriah, Muslimin membanjiri Mesir, kemudian bergerak membuka seluruh kawasan Afrika Utara. Dari Suriah, wilayah Muslimin semakin meluas dan kuat. "Kekuasaan Islam semakin meluas kurang dari seratus tahun setelah Nabi wafat," kata Hitti.

Suriah pun memulai era peradaban Islam. Banyak masjid dibangun di negeri tersebut. Puncak peradaban terjadi ketika era Dinasti Umayyah. Khalifah pertama, Muawiyyah memindahkan ibu kota pemerintahan Muslimin dari Madinah ke Damaskus di Suriah. Alhasil, Suriah menjadi negeri dengan perkembangan Islam yang sangat pesat sekaligus menjadi pusat peradaban Islam kala itu. Banyak peninggalan Umayyah di Suriah, termasuk bidang arsitektur. Salah satunya, Masjid Umayyah atau Umami.